Pacaran adalah proses perkenalan antara dua orang yang sedang jatuh cinta yang biasanya dalam upaya mencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. “Sebenarnya Pada usia berapa remaja mulai boleh berpacaran?” Untuk menjawab pertanyaan ini bervariasi. Namun, sekarang ini usia remaja mulai berpacaran menunjukkan kecenderungan semakin muda.
Jika tahun 1980-an pada usia 17 tahun baru menjadi lampu hijau untuk mulai boleh berpacaran, kini pada usia SMP berpacaran sudah merupakan hal yang biasa. Banyak hal yang dapat diduga sebagai penyebabnya. Antara lain karena adanya percepatan kematangan hormon seksual yang berasal dari produk-produk makanan, tayangan televisi tentang hubungan percintaan yang romantis dalam kehidupan sehari-hari, sampai tersedianya berbagai macam media komunikasi yang memudahkan terjadinya hubungan romantisme antar remaja. Seperti Blackberry, Facebook dan twitter.
Pertanyaan kita sekarang, “Bagaimana mereka mengisi masa berpacaran yang sangat panjang tersebut? Pertanyaannya bolehkah seorang anak usia sekolah berpacaran? jawabannya kembali kepada anda masing-masing. Tetapi ijinkan saya untuk mengungkapkan pendapat saya mengenai pacaran di usia sekolah ini.
Jika kita melihat secara luas, segala sesuatu yang yang ada itu diciptakan Tuhan baik. Tetapi walaupun segala sesuatu itu baik tetapi jika dilakukan disaat yang tidak tepat maka itu menjadi tidak berguna. Karena jika segala sesuatu dilakukan dengan tepat maka itu akan bagus buat kita. Sebagai contoh jika kita menghidupkan sebatang lilin dan meletakkannya di ruangan yang terang tentunya lilin tersebut menjadi tidak berguna karena ruangan tersebut telah terang. Tetapi jika lilin tersebut diletakan di tempat yang gelap maka terang dari lilin tersebut menjadi sangat berguna karena mampu menerangi seisi ruangan dengan cahayanya.
Pacaran sangatlah baik dan sangat penting dilakukan sebelum kita memutuskan untuk masuk ke pernikahan, karena dengan berpacaran kita bisa mengenal lebih dahulu calon pasangan kita, sudah cocok apa tidak sehingga saat masuk dalam pernikahan tidak akan ada penyesalan nantinya. Tetapi sudah tepatkah ini dilakukan anak diusia sekolah? coba sekarang kita lihat lebih dahulu usia anak sekolah SMP/SMA, rata-rata umur mereka adalah 13-16 tahun. Memangnya diumur berapakah mereka ingin menikah? bukankah lebih baik kita mengejar cita-cita dulu?
Dalam berpacaran tentu kita harus memiliki batasan, caranya adalah dengan menjaga diri masing-masing, jangan sampai merugikan masa depanmu dengan melakukan hal-hal diluar batas. Coba bayangkan disaat teman-temanmu asyik sekolah untuk mengejar cita-cinta sementara kamu sudah harus direpotkan dengan urusan bayi, popok, susu, ompol dan lain-lain.
Menikah di usia muda melibatkan banyak hal. Menikah itu memerlukan antara lain kedewasaan sosial, kedewasaan materi, dll. Di usia muda biasanya pasangan muda masih belum dapat mengontrol emosinya, orang yang belum dewasa bersikap ceroboh dan semau gue. Ia suka mengabaikan janjinya sendiri, harus selalu diingatkan atau ditagih. Keuangannya juga kedodoran: kalau sedang banyak uang boros, kalau sedang kekurangan berhutang. Giliran punya banyak uang lagi bukannya melunasi utang, malah membeli baju atau tas baru yang mahal-mahal. Ini akan mempengaruhi hubungan antar pasangan. Pasangan yang menikah di usia muda perlu mencermati apakah mereka sudah mampu hidup mandiri secara keuangan.
Orang yang belum dewasa sebenarnya tidak mencari kekasih. Mereka menginginkan ayah atau ibu pengganti. Mereka masih ingin berlindung dibawah ketiak orangtuanya. Apakah anda mau mendapat pacar seperti itu?Sebetulnya, masa muda adalah masa-masa yang indah. Nikmatilah, kenalilah berbagai jenis orang dengan berteman dengan sebanyak mungkin kawan, hasilkanlah karya-karya yang bagus, berprestasilah, kalian punya potensi untuk itu. Biarkan semuanya mengalir. Segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Anak remaja sebaiknya mencari hal-hal yang lebih bermanfaat dari pada pacaran diusia remaja. Lebih baik banyak mencari teman sebanyak-banyaknya dibanding berfokus pada satu orang saja.
Apakah kamu pacaran dyneannga sebagai tempat pelarian? Jika benar maka kamu melakukan kesalahan Fatal. Berhubung masa pacaran kalian masi blom lama, lebih baik diselesaikan secepatnya. Semakin lama kamu tunda, maka semakin dalam perasaannya. Dan akan semakin dalam luka yg akan kamu berikan. Katakan dengan jujur perasaan kamu, kejujuran lebih baik daripada kemunafikan Was this answer helpful?