1:07 am - Thursday May 23, 2013

Quality Inside

Quality insideBulan lalu saya baru saja membeli dua handphone baru. Handphone yang pertama harganya kurang dari lima ratus ribu rupiah. Handphone yang kedua lebih dari satu juta rupiah. Meski secara fisik sama-sama keren dan kelihatan oke punya, namun secara kualitas keduanya sangatlah berbeda. Meski kamera kedua handphone tersebut sama-sama dua megapixel dan sama-sama bisa buat dengarin musik, kamera Handphone yang lebih mahal lebih jernih dan tajam kualitas gambarnya. Plus suara musiknya pun lebih enak didengar. Dari fitur yang ada pun juga sama, yang harganya lebih mahal lebih canggih dari pada yang lebih murah.

Kawan, apa yang membedakan orang yang nggak serius ikut Tuhan dengan orang yang serius ikut Tuhan? Jawabannya Sederhana. Yaitu tindakannya. Dua orang yang sama-sama pintar dan sama-sama kuliah di satu universitas, bahkan kos pun mereka di tempat yang sama. Tapi, yang satu serius melakukan firman Tuhan, yang satu hanya sekedar ke gereja. Pasti dalam hidupnya, mereka akan berbeda pula. Firman Tuhan bilang dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Jadi, kalo hari ini kamu bimbang karena ada teman yang bilang kalau kelompok A itu lebih rohani, atau komunitas ini oke punya, jadikan Firman Tuhan sebagai paduan. Sebuah komunitas, atau teman, kita katakan baik kalau tindakan atau sesuatu yang dia hasilkan bermutu. Pohon pisang pasti mengeluarkan tunas pisang. Pohon kelapa pasti mengeluarkan pohon kelapa. Jadi kalau seseorang ngomong pergaulannya oke, namun perbuatannya brutal, kamu patut waspada. Kalau ada yang bilang kelompok A itu lebih rohani, tapi di sisi lain kontribusi mereka di mata sesamanya ternyata tidak ada, klaim itu juga patut dipertanyakan.

Tuhan sudah memberikan rahasia kita tahu mana sesuatu yang patut kita ikuti mana pula yang harus kita hindari. Mana ajaran yang bisa dipercaya, mana yang tidak usah dituruti. Bagian kita adalah senantiasa waspada dan menjaga diri agar senantiasa hidup sesuai Fiman Tuhan. Karena Iblis dengan segala tipuannya akan selalu berusaha menjatuhkanmu, waspadalah senantiasa. Kualitas itu asalnya dari dalam. Waktu, tekanan, masalah dan lain-lain, adalah yang akan membuktikan kualitas sesuatu, termasuk kualitas dirimu.

Filed in: Renungan

No comments yet.

Leave a Reply